Seiring bertambahnya usia, kita semakin meremehkan pentingnya tidur siang. Padahal, jika dilakukan dalam durasi yang tepat, tidur siang bisa sangat bermanfaat bagi produktivitas, stamina, kecerdasan, dan banyak lagi. Kalau Leonardo da Vinci, Albert Einstein, dan Margaret Thatcher saja rutin tidur siang, who are we to deny the benefits of napping? Ini beberapa tipe tidur siang dan kegunaannya masing-masing. (Psssttt, kalau atasan Anda cukup cerdas, ia akan membiarkan para bawahannya tidur siang sebentar agar produktivitas meningkat.)
Micro Nap (2-5 menit)
Baik untuk menghilangkan serangan kantuk.
Mini Nap (5-20 menit)
Meningkatkan stamina, alertness, dan performa kerja.
Power Nap (20 menit)
Menghilangkan kantuk, meningkatkan stamina, alertness, performa, dan ‘membersihkan’ otak dari informasi yang menumpuk sehingga Anda bisa mengingat dan berpikir lebih jernih.
NASA Nap (26 menit)
Tidur siang yang, menurut penelitian yang dilakukan oleh NASA, terbukti meningkatkan performa hingga 34 persen dan alertness hingga 54 persen. Baik dilakukan jika Anda berencana lembur malam ini.
Bad Nap (30 menit)
Menyebabkan sleep hangover selama 30 menit ke depan sebelum akhirnya Anda merasa ‘segar’.
Slow-Wave Sleep Nap (60 menit)
Membantu memperbaiki memori kognitif sehingga Anda lebih mudah mengingat fakta, nama, data, dan lain-lain. Baik dilakukan sebelum meeting atau presentasi.
Full Sleep Cycle Nap (90 menit)
Selain manfaat tidur siang lainnya, tidur siang ini juga meningkatkan kreativitas dan memori. Baik dilakukan sebelum ujian penting atau hal-hal lain yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
Sumber : http://www.cleo.co.id/helath-fitness/manfaat-tidur-siang

